Untuk kamu yang pernah singgah sejenak, Hai... apa kabar? Lama yaa tidak berjumpa. Sebenarnya aku sedikit bingung harus mulai dari mana, tapi akan aku coba uraikan semuanya pelan-pelan. Semoga setelah ini, aku bisa sedikit melangkah maju dan melanjutkan hidup. Banyak hal yang mau aku sampaikan lewat media ini, entah kapan akan sampai atau malah akan berakhir di trash bin karena aku terlalu malu. Kalau diingat-ingat, pertama kali kamu hadir di depanku saat rapat besar, kamu muncul dengan map berisi acara untuk tahun itu, aku terkesima sesaat, "Siapa nih?" Saat itu sebenarnya aku sedang fokus kuliah dan menghindari adanya drama romansa di kepala. Tapi kamu hadir dan sedikit mengetuk pintu yang aku tutup. Di hari pertama itu, kamu tiba-tiba mengajakku bicara, padahal kebanyakan orang asing sungkan dengan raut wajahku yang lumayan lugas. Pertemuan-pertemuan selanjutnya kamu termasuk salah satu orang yang lumayan sering mengajakku ngobrol dan bercanda. Celetukan-celetukan k...
Lanjutan dari postingan yang lalu..... Kamis 7 Oktober 2010, Awalnya perasaan ini hanya kubiarkan begitu saja. Lama-lama jadi kepikiran mulu. "Aku mau ke SMA 1!" dengan cuek aku bilang kayak gitu di depan Uterr ma Dea. Trus Uterr bilang, "Ngapa e Din?" "Gak tau aku cuma mau kesana aja!" tak jawab gitu. Njuk "Biasanya feeling menandakan sesuatu lo! Coba tak tanyak Fani (temen sd nya Uterr yg se SMA sama Mas-Mas)!" Dan akhirnya gak ada jawaban apa-apa dengan feeling ku hari itu. Jum'at 8 Oktober 2010, Sepulang sekolah aku ma Dea berniat cari kado buat Uterr. Kita jalan deh ke Galeria. Hampir satu jam kita kesana kemari dan akhirnya kita pun balik ke sekolah. Sampek sekolah, aku ma Dea berniat mau sholat. Kita jalan ke mushola, tau-tau ada banyak anak tonti. Karena Dea anak tonti yg males, kita balik ke kelas. Tapi nyampe kelas Niken bilang, "Din, ada mas-mas lo!" "Bener po?" aku nanya gak yakin. "Iya din! Sumpah!"....
Empat Agustus 2023, tak usah ditanya bagaimana kabarku, yang jelas buruk. Bukan tanpa alasan kekecewaan besar ini hadir, bisa-bisanya yang aku perjuangkan sekian lama malah berakhir dengan sebuah kalimat, "Terindikasi Curang." Bagaimana bisa? Mengingat ini adalah akal-akalan pejabat negara, aku tidak bisa berbuat banyak. Dimintai kejelasan pun pihak informasi hanya bisa menjawab ala kadarnya. Fuck . Selamat datang kembali di kegagalan lainnya. Rasanya lelah, frustasi, dan depresi. Harus kemana dan bagaimana lagi? Harus menangis seperti apa lagi? Sepanjang tahun ini aku sudah menangis, apa masih kurang? Berbagai hal yang mengusik terus berkelebat di kepalaku dan rasanya mau pecah. Karir, orangtua, cinta, umur, dan segala hal duniawi tidak bisa kugapai. Buntu. Aku benci hidupku. Satu. Tiba-tiba yang kukesali kemarin mengirimkan potongan ucapan Jaemin sembari berkata, "Semangat. Nanti aku bantu share loker lagi. Masih ada yang lain." Kali ini rasanya berbeda, bukan ra...
Komentar
Posting Komentar