Postingan

Monolog Bianglala

Gambar
" Orang-orang di luar sana bertanya Apakah aku tertiup angin? Mereka hanya bertanya kemudian berlalu Mengapa mereka bertanya kalau untuk dilupakan?"   -- Seventeen - Pinwheel -- Dia tidak berpindah hanya berputar.  Menunggu siapa saja yang akan datang.  Menaikinya lalu pergi lagi.  Mereka berdatangan dengan tawa.  Lalu pergi meninggalkan luka. Dia masih kokoh dan berputar.  Semua dibuat bahagia tapi tidak dirinya.  Kata orang, "Terkadang bahagianya hanya untuk melingkupi lukanya." Dia seperti itu. Diamnya sendiri. Sedihnya dirasa sendiri. Seorang gadis datang dengan penuh perhatian. Gadis itu merasa iba dengan sang bianglala. Dinaikinya wahana itu sendiri. Maka dimulailah monolog pribadinya bersama sang bianglala... "Apakah tubuhku berat? Bagaimana kamu bisa menahan beban orang-orang itu? Apakah angin jahat kepadamu? Apakah angin mendorongmu terlalu kuat? Atau justru angin yang membantumu membawa beban or...

Masih Sajakmu

"Kalau aku masih tetap jatuh cinta meski hanya sebagian dirimu saja bagaimana?" "Berarti itu tanggung jawabmu. Aku tidak bisa memaksa dan lakukanlah sesuka hatimu. Tapi jangan pernah berharap lebih dari diriku." "Untuk apa aku berharap, toh kita sudah berjalan di jalur masing-masing. Aku hanya jatuh cinta dengan dirimu yang menulis sajak itu. Selebihnya belum tentu." "..." *melirik dan terdiam "Entah suatu hari nanti akan berubah atau tidak..." *terhenti dan tak bisa menyelesaikan kalimatnya. "Jangan sampai berubah!!! Aku peringatkan kepadamu sekali lagi JANGAN BERHARAP LEBIH!!" "Ya ya ya... aku tahu." *bernada setengah kesal. "Tapi kapan kau akan menulis sajakmu lagi?" "Tidak tahu. Saat ini aku hanya ingin menikmati hidup." "Huh!! Kenapa harus begitu?" "Supaya kau tidak terlalu jatuh cinta padaku!!!!" Keduanya saling menatap, namun berbeda rupa. Yang sa...

Paus Biru

Gambar
"Kebanyakan paus berkomunikasi melalui " Nyanyian Paus " dengan frekuensi 10-39 Hz. Namun PAUS BIRU hanya mampu bernyanyi pada frekuensi 52 Hz. Hal ini menunjukkan bahwa tak akan ada paus lain yang bisa mendengar panggilan Si Paus Biru bahkan untuk mengetahui keberadaannya. Begitu pula Si Paus Biru, yang tak akan menyadari bahwa Ia sebenarnya tak SENDIRIAN ." Pernah merasa sepi di tengah keramaian? Merasa sunyi diantara hiruk pikuk? Merasa sendiri diantara orang-orang? Suatu saat aku berada dalam sebuah situasi, di mana aku harus kembali menyesuaikan diri karena itu bukan lingkungan asliku. Mencoba menyamai dengan segala usaha agar aku terlihat sama. Tertawa ketika lucu, menangis ketika sedih, dan mengekspresikan hal lain sesuai kodratnya. Namun pada akhirnya aku kembali tersadar,  aku hanya Si PAUS BIRU. Bernyanyi sendiri dalam frekuensiku. Mencoba memanggil paus lain yang tentu tak akan mendengar nyanyianku. Ketika bertemu hanya saling menatap dan me...

Perubahan

Gambar
Dan aku berubah Menjadi diriku dengan sisi yang lain Berbalut aura merah Sedikit serakah dengan sebongkah amarah.... -dinadrs- 13 Maret 2017    Bagaimana jika aku sudah berubah? atau sedang dalam perubahan? Malam itu, di antara jeda praktikum dan rapat, aku memutuskan untuk duduk terdiam di sebuah restoran cepat saji. Dalam keriuhannya, aku duduk sendiri di pojok sambil menatap diriku yang terpantul pada sebuah dinding kaca. Wajahku sama, bentuk tubuhnya juga, namun ada sekelibat perubahan yang aku lihat. Samar namun semakin membesar. Kutatap bayanganku semakin dalam, kulihat perubahan itu semakin mencolok, pantulannya semakin jelas. Sifatku?! Sebuah realita yang harus kuterima, ketika sifatku mulai berubah. Sosok yang selama ini kuhindari muncul, entah kalian ingin menganggapku bipolar atau apa. Namun percayakah kalian, jika kukatakan aku memiliki diri LAIN yang bahkan tak sanggup kugambarkan rupanya. Sebuah makhluk yang perlahan menyedot isi...

Ocehan Malam Ini

Sebuah tanya kembali muncul. Ketika aku sendiri bingung dengan apa yang kulakukan sekarang. Lagi??? Kenapa seperti ini lagi? Apa ini hanya keadaan yang sedang moody saja atau bagaimana? Berkaca dari yang lalu, di saat aku memilih tikungan yang kurang tepat. Lalu akhirnya aku harus memutar balik, memakan waktu yang lama dan tenaga yang banyak. Sekarang? Sekarang sudah lebih dari separuh jalan kulalui. Mau kembali? Jahat!!! Mau berbelok? Belum ada tikungan yang terlihat di sekitarku. Jalan ini masih lurus dan panjang. Semakin menanjak dan terus menanjak, entah sampai kapan. Aku lelah... Dua kata yang sekarang hanya bisa kugumamkan dalam kesendirian. Apa yang membuatmu di sini? Tanya itu lagi!!! Kadang aku kesal dengan otakku yang terlalu banyak bekerja. Masih banyak hal yang bisa ia lakukan, bukan malah menjerumuskanku!! Ada rentetan proses pengolahan coklat dan segala jenis zat pewarna yang menunggu untuk diolah dalam otak ini. Tapi ia malah memikirkan hal yang di luar nala...

Aku ingin Tidur

Aku hanya ingin tidur Membaringkan kenagan Memejamkan ingatan Aku hanya perlu tidur Untuk mengabaikan semua Berbuat seperti menua Lalu terdiam bak sekejap asa Mengamati dan mendengar dari jauh Aku tahu bagaimananya itu Merebaknya kalian itu Lalu menghempas kesombongan sekejap Aku hanya diam Tapi aku tahu Pada akhirnya aku yang harus iya Bukan kita yang akan bersama-sama menuju iya Karena dengan satu orang mundur Maka semua akan baik-baik saja Sekian. -dinadrs- 27 November 2016

SAJAKMU

"Bagaimana jika aku jatuh cinta karena sajakmu?" "Hah?" "Iya, sajak yang kau buat untuk mereka yang menginspirasimu di ujung pulau itu." "Berarti kau jatuh cinta dengan sebagian diriku saja. Karena sajakku hanya separuh jiwa yang membumbung tinggi, lalu menguntaikan kata-kata indahnya. Tapi itu bukan aku, hanya sebagian diriku. Jadi..... masih bisa kau jatuh cinta padaku?" -dinadrs- 6 November 2016